Ibaratnya sebuah telur kupu2 yang menetas menjadi seekor ulat kecil di dedaunan hijau,,
seperti itulah waktu aku terlahir dari seorang wanita mulia yang ku panggil “ibu”
Ibaratnya seekor ulat yang lebih sering bermain di dedaunan,tempat dia menetas dahulu,,
seperti itulah masa kecilku yang tidak pernah bepergian jauh, tidak pernah dibiarkan lepas mendekati bahaya,,
Ibaratnya seekor ulat yang tumbuh memanjang dan berubah menjadi kepompong,,
seperti itulah aku yang terlihat menutup diri menjelang remaja
Ibaratnya larva di dalam kepompong yang hancur oleh cairan pencernaan dan menyisakan satu sel saja,,
seperti itulah aku menjelang dewasa yang merasakan sakitnya kegagalan, sakitnya kehancuran tapi masih menyisakan harapan,,
Ibaratnya satu sel yang tersisa tadi dan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva,,
kemudian keluarlah seekor kupu2 muda dr kepompong,,
seperti itulah aku yang pada akhirnya memahami setiap hikmah dibalik kegagalan dan menambah kembali energi pengharapan
berusaha bangkit dari keterpurukan
Ibaratnya sang kupu2 yang terbang mengejar pelangi kemudian merasa tersesat dan kebingungan karena sang pelangi tak kunjung ada,,
seperti itulah aku saat ini,,,,hanya harapan,totalitas, keyakinan dan kehendak Allah SWT yang bisa membuatku menggapai pelangiku,,
BISMILLAHIRAHMANIRAHIIM
No comments:
Post a Comment